Minggu, 20 Januari 2013

Free

tetes demi tetes air mulai jatuh
keluar dari mata indahnya
perlahan-lahan
hingga tak ada seekor semut pun
yang dapat mendengar
rintihan tangisnya

mata itu indah
sangat indah
mata itu memancarkan ketegaran
keberanian
kesakitan
kebahagiaan
kelembutan
dan kerapuhan

namun
dia

sudah tak sanggup lagi
tak mampu lagi
menahan rasa sakit
yang selama ini ia pendam
rasa bersalah
yang terlalu sering menghantuinya
rasa kecewa, curiga, dan amarah
yang terlalu lama menyiksanya

kini sudah saatnya ia bebas
bak seekor burung yang mulai belajar terbang kembali
setelah lama tertidur di sarangnya
sudah saatnya ia melanjutkan untuk menggapai mimpinya
impiannya
cita-citanya
dan
cintanya

saat ini
sudah saatnya
ia kembali ke kehidupannya lalu
kehidupan yang telah lama ia tinggalkan
sudah saatnya dia bahagia dengan caranya sendiri
dengan caranya sendiri
dengan kebebasannya sendiri
dan
dengan sayapnya sendiri

dan kini
saat ini
tahun ini
bulan ini
hari ini
jam ini
detik ini

ia tak mampu lagi menutupi air matanya
memang
matanya masih terlihat indah
masih tetap indah walaupun air mata
semakin deras jatuh ke tanah

bahkan
hujan yang menjadi saksi bisu semua ini
tak mampu menutupi
derasnya air mata itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar